Anak Kecanduan Game, Bagaimana Mengatasinya ?

"Anakku kecanduan game. Setiap hari pegang gadget! Ia tidak bisa dilarang-larang!"
Demikian keluhan banyak orang tua menghadapi kelakuan anak jaman now.

Ayah dan Bunda, anak-anak memang sering kecanduan sesuatu yang sedang tren pada zamannya. Di zaman Ayah Bunda masih kecil, tentu menghadapi kenyataan serupa. Anak-anak lelaki kecanduan main layang-layang, anak perempuan main tali karet dan bola bekel. 

Bedanya, anak yang kecanduan layang-layang dan tali karet masih berada di dunia nyata, sementara anak-anak yang kecanduan game dan gadget ada di dunia tidak nyata (maya). Bila tidak terkendali, kecanduan dunia maya bisa menyebabkan bencana berupa hilangnya kontak dengan dunia nyata. Nah, serem kan... 

Di Jepang ada fenomena menyedihkan yang disebut Hikikomori. Hikikomori adalah keadaan ketika orang-orang dewasa muda menarik diri dari dunia nyata. Mereka tidak mau keluar rumah dan bertemu orang lain sampai berbulan bahkan bertahun-tahun. Yang mereka lakukan hanya main game dan gadget. 

Dikabarkan jumlah orang muda yang terkena hikikomori berjumlah hampir 1.000.000 orang. Bayangkan, bagaimana masa depan sebuah negara yang berjuta-juta angkatan produktifnya tidak mau bekerja dan memilih tenggelam dalam dunia maya?

Ayah dan Bunda, jawaban dari fenomena kecanduan dunia maya ini sudah ada sejak 1.400 tahun yang lalu. Lihatlah kisah Halimah As-Sa’diyah, ibu susu Nabi Muhammad SAW. Walaupun bukan putra kandungnya, Halimah menumpahkan seluruh kasih sayang pada anak-anak yang diasuhnya, termasuk Rasul saat kecil.

Selain itu lingkungan kampung Bani Sa’ad tempat Halimah tinggal adalah lingkungan yang berudara segar. Tidak seperti kota Mekah yang penduduknya kadang berbicara kasar, orang-orang Bani Sa’ad berbicara dalam bahasa yang santun. 

Bukan itu saja, mereka punya sekolah yang efektif buat menumbuhkan anak dengan karakter unggul dan penuh tanggung jawab. Sekolah itu bernama padang gembala. Di sinilah Nabi kecil ditumbuhkan jiwa kepemimpinannya dengan mengasihi dan menjaga hewan serta menikmati alam yang murni.

(Baca juga: Beginilah Dampak Ketika Anak Diasuh oleh Internet)

Ayah dan Bunda, bacakan kisah Halimah As-Sa’diyah agar anak-anak kita tahu bahwa tempat mereka adalah tempat dimana teman-temannya berada dan bermain, bukan menjadi pahlawan semu yang menaklukkan lawan-lawan di dunia maya. Bacakan kisah Halimah As-Sa’diyah agar anak-anak tahu bermain di alam tak kalah asyik dengan main game dan gadget. Semoga ini adalah langkah awal yang indah untuk mengurangi kecanduan game dan gadget.

(Sumber: Buku KISAH KELUARGA NABI, Rumah Pensil Publisher)

0 Response to "Anak Kecanduan Game, Bagaimana Mengatasinya ?"

Post a Comment