Usaha yang Terbayar dengan Tangisan

Catatan Perjalanan Leadership Camp YMI 2017

Perkenalkan terlebih dahulu, namaku Ajeng. Usiaku saat ini menginjak 26 tahun, seorang ibu rumah tangga yang memiliki satu orang putra. Suamiku adalah seorang buruh pekerja keras. Aku selalu bersyukur memiliki suami seperti dia.

Siang itu, kalender menunjukkan tanggal 22 Desember 2017, sebuah pesan masuk ke Ponselku. Aku baca isinya, ternyata dari salah seorang kakakku. Dia dan ibuku adalah seorang pengurus aktif di Yayasan Munashoroh Indonesia Cabang Lampung Selatan.

Inti dari pesan singkatnya dia mengabariku dan meminta tolong agar aku bersedia mendampingi anak-anak asuh Yayasan Munashoroh Lampung Selatan untuk mengikuti kompetisi Leadership Camp di Puncak, Bogor, Jawa Barat.

Setelah membaca pesan singkatnya, aku meminta izin dari suamiku. Ternyata suamiku mengizinkan keberangkatan yang menurutku sangat mendadak.

Tanggal 23 Desember 2017 ba'da sholat zuhur aku bersama ibu serta anak asuh Yayasan Munashoroh Lampung Selatan berangkat menuju lokasi acara Leadership Camp di Puncak, Bogor. Kami pun tiba di lokasi sekitar pukul 4 dini hari. Cuaca puncak yang sangat dingin membuat beberapa anak asuh Yayasan Munashoroh Lampung Selatan menggigil kedinginan, di tengah rasa menggigil kami ada sambutan hangat Ummi Lisda yang membuat anak-anak asuh Yayasan Munashoroh Lampung Selatan merasa bugar kembali. 

Masya Allah.. aku terpana melihat anak-anak kembali ceria dan berlomba-lomba melaksanakan sholat subuh di pagi yang dingin itu. Mereka satu persatu meminta izin untuk berkeliling selesai sholat subuh. Aku bertugas menjaga barang bawaan mereka sebelum mendapatkan kamar untuk beristirahat. 

Setelah minum secangkir hangat air teh yang di persiapkan oleh panitia, nampak raut wajah mereka bertambah sumringah. Dua orang panitia yang dulu juga anak asuh Yayasan Munashoroh Lampung Selatan kak Hamidah dan kak Sari terharu dengan kedatangan kami. Dan agenda pun dimulai dari Pembukaan, lalu pembagian kamar, sarapan, dan kegiatan lain yang telah disusun oleh panitia dengan sangat baik. 

Aku yang awal mula tak tahu harus berbuat apa mulai memahami kondisi anak-anak asuh Yayasan Munashoroh Lampung Selatan yang fisiknya mulai kelelahan dan harus bersiap menghadapi segala perlombaan. Satu-persatu anak asuh mengeluhkan sakit yang dideritanya. Aku berusaha memberikan pengobatan dan menyemangati mereka dalam setiap perlombaan. Satu-persatu agenda lomba pun telah di ikuti anak asuh Yayasan Munashoroh Lampung Selatan. 

Melihat jerih payah, semangat dan usaha mereka untuk menjadi pemenang membuatku menangis... 

Ya menangis. Bayangkan masa muda mereka bukanlah seperti aku yang memiliki  orang tua yang utuh, tapi aku bangga melihat usaha mereka untuk memberikan yang terbaik untuk Yayasan Munashoroh Lampung Selatan. Agenda perlombaan pun usai tinggal penentuan untuk juara umum Leadership Camp. 

Suasana tiba-tiba menjadi tegang. Karena penentuan juara umum ada pada lomba cerdas cermat. Yang menjadi lawan di perlombaan ini adalah Juara Bertahan Yayasan Munashoroh Pandeglang yang telah menjadi pemenang berturut-turut dalam kompetisi anak asuh Yayasan Munashoroh. 

Allah SWT menjawab doa kami, Alhamdulillah Usaha anak-anak asuh menjadi tangisan, ya tangisan bahagia. Karena dapat menjadi pemenang Lomba cerdas cermat tingkat SMA sekaligus Juara Umum dalam acara Leadership Camp tahun ini. 

Lihat dan lihatlah, mereka bukan dari keluarga yang berkecukupan, bahkan mereka adalah anak-anak Yatim. Tapi usaha mereka, semangat mereka, lebih  dan bahkan lebih bergejolak dalam jiwa mereka. Indah dan amat sangat indah....

Insya Allah akan berakhir indah pula di Syurga kelak. #

Bersama YMI
Menyekolahkan Anak Yatim di Pelosok Desa
Ayo Jadi Orang Tua Asuh
CP. 0822.1109.2410 (WA)

0 Response to "Usaha yang Terbayar dengan Tangisan"

Post a Comment