Ingin Hidup Enak dan Mati Enak, Begini Caranya

Sering mikirin cara hidup enak, tapi lupa mikirin cara mati enak. Ungkapan ini banyak kita temui dalam berbagai tulisan maupun perbincangan, baik pembicaraan dalam momentum resmi maupun obrolan di parkiran.

Hidup enak. Semua manusia mendambakannya. Hidup bahagia, berkah, nyaman, adalah harapan bagi banyak orang. Namun dari sekian banyak orang yang ingin hidup enak itu, hanya sedikit yang memikirkan bagaimana caranya mati enak. Lupa akan adanya kehidupan lagi sesudah mati.

Kondisi ini dipahami betul oleh keluarga Almarhumah Inah binti Kromo Harjo. Ingin menikmati kehidupan yang bahagia setelah mati, keluarga Almarhumah diwakili oleh Bapak Mujiyanto mendatangi Rumah Qur'an YMI Lampung Selatan (Lamsel).

"Pak Mujiyanto menyerahkan sedekah sebesar Rp.10 Juta untuk pembangunan Rumah Qur'an bagi anak-anak di desa Branti Raya dan sekitarnya ini, Barokallah dunia-akhirat Pak Mujiyanto beserta seluruh keluarga Almarhumah," ujar pengurus YMI Lamsel Zainal Abidin.

Tak lupa Ust. Zainal mengabadikan prosesi penyerahan dana tersebut untuk transparansi keuangan pembangunan. "Rumah Qur'an ini diperuntukkan bagi anak yatim dhuafa untuk belajar dan menghafal Al-Qur'an, juga sebagai rumah singgah mereka," tuturnya.
Zainal berharap Rumah Qur'an YMI Lamsel ini bisa segera rampung akhir tahun 2017 ini. "Anak-anak yatim dan dhuafa yang kami bina sudah mencapai 138 anak, dan terus bertambah, sehingga butuh ruangan yang memadai untuk mereka belajar," tandasnya. #

Bersama YMI
Menyekolahkan Anak Yatim di Pelosok Desa
Ayo Jadi Orang Tua Asuh
CP. 0822.1109.2410 (WA)




0 Response to "Ingin Hidup Enak dan Mati Enak, Begini Caranya"

Post a Comment