Keuletan Anak Desa di Generasi Milenia, Disiplin Belajar IT


Anak desa, sering dilekatkan dengan "Keterbelakangan, Kebodohan, dan Ketidakpercayaan diri." Atau sebutan-sebutan lainnya yang menunjukkan ketidakberdayaan. Apalagi mereka yang tinggal jauh di pelosok desa. Jauh dari perkembangan teknologi modern dan tak paham information technology (IT).

Kondisi ini ditemukan YMI saat berkunjung ke desa-desa binaan YMI di Sumatera dan Jawa. Alih-alih paham IT, cara bikin proposal saja banyak anak desa yang belum tahu.

Memahami kondisi tersebut, YMI Bekasi konsisten menyelenggarakan pelatihan komputer untuk anak-anak desa, khususnya anak yatim dhuafa. "Tidak sekedar pelatihan 1-2 hari lalu berhenti tak berbekas, Insya Allah pelatihan ini secara khusus satu per satu anak asuh YMI diajarkan hingga mahir komputer dan paham Teknologi," ujar pengurus YMI Bekasi Zuliardi Rahman.
"Anak-anak langsung praktek didepan komputer, kita siapkan sarana dan prasarananya. Setiap 3 hari sekali ada report perkembangannya, Alhamdulillah lancar sejauh ini," tambah Zuliardi.

Zuliardi yang sehari-hari mendampingi dan mengawasi program computer training ini menjelaskan bahwa pada Generasi Milenia ini anak-anak desa harus diberikan hak-haknya, agar mereka tidak tertinggal.
"Tak boleh kalah dengan anak-anak zaman now," tutur Zuliardi menirukan gaya anak-anak generasi milenia.

Program Skill Training ini merupakan pengembangan dari program orang tua asuh anak yatim desa yang telah berjalan sejak tahun 2010. "Insya Allah YMI konsisten dan terus berupaya mengembangkan kemampuan anak asuh," pungkas Zuliardi. #

Bersama YMI
Menyekolahkan Anak Yatim di Pelosok Desa
Ayo Jadi Orang Tua Asuh
CP. 0822.1109.2410

0 Response to "Keuletan Anak Desa di Generasi Milenia, Disiplin Belajar IT"

Post a Comment