Persiapan Syukuran Hari Kemerdekaan RI Ke-72 di Desa Binaan YMI Pemalang, Dari Lomba Makan Kerupuk sampai Panjat Pinang

Gegap gempita perayaan Hari Kemerdekaan RI Ke-72 yang akan diselenggarakan pada hari Kamis, 17 Agustus 2017 besok, mulai terasa hingga pelosok desa. 

Tak terkecuali di salah satu desa binaan YMI Pemalang, yaitu desa Nyamplung Sari, Kecamatan Petarukan, Pemalang, Jawa Tengah.

Ada 138 anak yatim dan dhuafa yang dibina YMI di desa ini. Mereka sudah siap turut serta merayakan syukuran atas kemerdekaan bangsa Indonesia.


Ketua YMI Pemalang Ponirin, yang akrab dipanggil Sipon menceritakan persiapan pengurus YMI Pemalang menghadapi acara syukuran HUT RI Ke-72 tersebut. “Mulai kemarin (Rabu, 15/8) anak-anak sudah mengikuti berbagai lomba, mulai dari makan kerupuk, serta lomba-lomba lainnya,” ungkap Sipon.

“Sedangkan untuk Lomba Panjat Pinang, akan diadakan pada hari Kamis bertepatan dengan 17 Agustus 2017, sebagai puncak syukuran kami atas nikmat kemerdekaan ini,” tambahnya.

Sipon mengungkapkan bahwa acara syukuran kemerdekaan ini penting untuk diketahui anak-anak. “Bahwa mereka harus bersyukur telah dilahirkan di zaman kemerdekaan, karena itu mereka harus mengisi kemerdekaan ini dengan membangun negeri dan membangun bangsa,” tuturnya.


Anak-anak yatim dhuafa binaan YMI Pemalang ini berusia SD hingga SMU. “Anak yang masih kecil tentu senang bisa mengikuti berbagai ajang perlombaan. Anak yang sudah agak besar kita tanamkan jiwa nasionalisme dan semangat untuk berkarya,” ujarnya.

“Jangan sampai hanya merdeka secara fisik saja, namun secara ekonomi kita dijajah dengan berdirinya perusahaan asing yang mengelola kekayaan alam Indonesia. Lalu budaya kita juga dijajah dengan terbawa arus budaya barat dan hedonisme. Mudah-mudahan tidak seperti itu, tapi merdeka dengan sebenar-benarnya,” tandas Sipon. #
             
Bersama YMI
Menyekolahkan Anak Yatim di Pelosok Desa
Ayo Jadi Orang Tua Asuh
CP : 0822.1109.2410 (WA/SMS/Telp)

0 Response to "Persiapan Syukuran Hari Kemerdekaan RI Ke-72 di Desa Binaan YMI Pemalang, Dari Lomba Makan Kerupuk sampai Panjat Pinang"

Post a Comment