Agar Harta Tak Jadi Derita



           
Hidup ini, suka dukanya sering kali tidak bisa kita tebak. Apa yang menurut kita menyenangkan, bisa jadi berujung dengan keburukan. Apa yang kita sangka tidak menyenangkan, ternyata akhirnya sangat membahagiakan.
           
Percaya nggak percaya, harta bisa jadi derita. Memang, secara matematis, bertambahnya harta berarti bertambahnya kemudahan, bertambahnya kesenangan, dan keceriaan. Harta memang menghadirkan kegembiraan, namun sulit diingkari juga kalau harta dapat menghadirkan keterikatan, ketakutan dan kekhawatiran.

Seorang sahabat pernah bercerita, Bagaimana tidurnya amat terganggu di hari pertama ketika baru bisa membeli mobil. Sebentar-sebentar bangun sambil melihat garasi. Demikian juga ketika baru duduk di kursi Direktur sebuah perusahaan. Keterikatan agar duduk di sana selamanya membuatnya  jadi paranoid. Setiap orang yang datang dipandang secara mencurigakan.

Kemerdekaan, kebebasan dan keheningan dapat hilang bersamaan dengan bertambahnya harta. Karena bertambahnya harta juga menghasilkan keinginan-keinginan baru. Untuk lebih banyak lagi, lebih maju lagi, dan lebih kaya lagi. Demikianlah, kekayaan akan mendorong manusia untuk menghasilkan harapan yang lebih tinggi, seperti kucing yang mengejar ekornya sendiri.

Dalam jurnal Personal Excellence edisi September 2001, Shakti Gawain menulis : ‘If we have too many things we don’t truly need or want, our live become overly complicated’. Siapa saja yang memiliki terlalu banyak hal yang tidak betul-betul dibutuhkan, kehidupannya akan menjadi sangat rumit dan kompleks.

Itulah salah satu kuncinya : Ambillah harta secukupnya, selebihnya, sumbangkan pada yang lain. Semuanya telah diatur dalam sistem zakat. Meskipun harta yang kita peroleh itu halal, tapi bila terlalu berlebihan, tetap saja mengkhawatirkan. Apalagi bila tidak dizakatkan. Padahal, yang wajib dizakatkan hanya 2,5% dari harta yang kita peroleh. Namun dampaknya akan sangat luar biasa, harta menjadi  berkah, kemudian tumbuh, dan berkembang

Dengan berzakat kegelisahan akan hilang, karena zakat menyadarkan kita bahwa semua harta yang kita peroleh adalah pemberian Allah SWT. Kita akan semakin siap menerima apapun pemberian dari Allah SWT, seberapa besarpun rezeki dari-Nya. (Disalin dari Buku Menjadi Orang Kaya yang Berkah, Karya Adhi Azfar, Ketua Umum YMI). #

0 Response to "Agar Harta Tak Jadi Derita"

Post a Comment