Cara Melipatgandakan Uang yang Benar



Perbincangan mengenai kasus Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang bisa melipatgandakan uang menjadi topik paling hangat belakangan ini. Publik dikejutkan dengan kemampuan yang seakan-akan supranatural diperagakan dalam video you tube sang Maestro. Banyak orang yang dibuat terpukau dengan peragaan Dimas Kanjeng. Ingin merasakan hidup mewah dan berangan-angan mau cepat kaya dengan cara-cara yang instan dan mudah Akhirnya ratusan orang terkelabui dengan adegan-adegan yang kenyataannya adalah menipu.

Fenomena ingin punya banyak uang dengan cara yang instan ini hinggap di hampir seluruh elemen masyarakat. Tidak hanya dikalangan masyarakat kota, penduduk desa pun yang kebagian informasi ini tak luput dari target Taat Pribadi. Hampir setiap orang yang terkena tipu-muslihat Taat Pribadi, telah menyumbangkan sumber daya yang sangat besar, baik waktu, tenaga dan uang tabungan. Ada yang sudah menyetor ratusan juta, hingga ratusan milyar. Alih-alih uangnya berlipat ganda, uang yang sudah disetor pun tak kembali.

Saat ada beberapa anggota DPR-RI menemui Dimas Kanjeng yang sudah menjadi tahanan Kepolisian, salah seorang anggota DPR-RI tersebut bertanya “Bisa tidak sekarang anda melipatgandakan uang kami ? (sambal menyerahkan beberapa lembar uang seratus ribu dan lima puluh ribuan).” Jawaban Dimas, “Sekarang sudah tidak bisa, karena Jin-nya sudah pergi.”

Peristiwa ini menjadi catatan penting bagi publik khususnya umat Islam, bahwa cara-cara mencari rezeki dengan menggunakan bantuan Jin adalah sesat. Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun sudah menyatakan akan membuat fatwa bahwa cara mendapatkan rezeki seperti yang dilakukan Dimas Kanjeng Taat Pribadi adalah kesesatan. Ketidakpercayaan akan rezeki yang merupakan satu dari empat takdir Allah SWT, bukan hanya sesat, bahkan juga berpotensi menjadi musyrik (mempersekutukan Allah SWT). Musyrik adalah dosa besar yang tak akan terampuni oleh Allah SWT. Na’udzubillah Min Dzalik.


Lalu, bagaimana cara melipatgandakan uang yang benar? Agar kita khususnya umat Islam bisa hidup secara layak pula, lebih sejahtera dan makmur. Tentu ini harapan semua orang, karena doa yang diajarkan oleh Al-Qur’an adalah “Fii Dunia Hasanah Wa Fiil Akhirati Hasanah,” dimana semua punya harapan agar hidup baik dan sejahtera di dunia dan akhirat. Untuk melipatgandakan uang yang benar, Al-Qur’an telah mengajarkan kepada kita, “Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebuah bulir yang menumbuhkan tujuh butir. Disetiap butir ada seratus biji. Allah melipatgandakan pahala bagi siapa yang dikehendaki-Nya.” (QS. Al-Baqarah : 265).

Ayat itu telah menggambarkan secara gamblang bahwa untuk melipatgandakan uang dan rezeki kita, syaratnya adalah infaq dan sedekah, yaitu belanjakan harta kita untuk jalan Allah SWT. Kaidah inilah yang menjadi rujukan bagi Khalifah Islam ke-3 Ustman bin Affan r.a. Saat Kota Madinah ditimpa kemarau panjang, harga-harga kebutuhan pokok melambung tinggi, sementara persediaan makanan makin menipis. Disaat paceklik seperti itulah datang serombongan kafilah dagang dengan puluhan ekor unta yang membawa makanan, tepung, gandum, minyak zaitun, dan lain-lain, dalam jumlah yang cukup untuk seluruh penduduk Madinah. Para pedagang mulai sibuk mencari siapa pemilik barang dagangan yang sangat dibutuhkan penghuni kota Madinah. Mereka segera menyambut barang tersebut dengan harapan mendapat kesempatan sebagai distributor atau pengecer. Setelah ditelusuri ternyata pemilik barang dagangan dan makanan itu adalah Utsman bin Affan.

Para pedagang tentu saja merasa gembira karena Utsman termasuk hartawan yang jujur dan tidak pernah merugikan orang lain. Mereka segera menawarkan presentase keuntungan kepada Ustman.  “Saya siap memberi anda 4%,” kata salah seorang dari mereka. “Saya beri 5%,” ujar yang lain. “Saya 10%, saya berani 20%,” teriak yang lain bersahut-sahutan.

Utsman hanya tersenyum melihat tingkah laku para pedagang tersebut. Beliau berkata, “Saya akan menjualnya kepada pemberi keuntungan tertinggi.” Para pedagang bertanya lagi, “Berapa keinginanmu?” Utsman menjawab, “Siapa yang dapat memberi dan melipatgandakan 700 kali lipat maka akan aku berikan?”

Spontan para pedagang itu terdiam semua. Tak mungkin ada yang sanggup dengan presentase keuntungan setinggi itu. Lalu Utsman r.a melanjutkan, “Nah para pedagang sekalian, saksikanlah, siapa yang dapat memberikan 70.000% atau 700 kali lipat ganda keuntungan daganganku…. Aku akan menjual barang-barang ini kepada Allah SWT, maka Dia-lah Allah SWT yang akan melipatgandakan keuntungan untukku.”

Menjual barang-barang ini kepada Allah SWT, maksudnya adalah disedekahkan kepada kaum muslimin di kota Madinah yang tertimpa paceklik tersebut. Dengan sedekah berarti telah menafkahkan harta di jalan Allah SWT, sebagaimana Al-Qur’an Surat Al-Baqarah diatas, yang akan melipatgandakan 700 kali lipat barang siapa yang menafkahkan hartanya di jalan Allah SWT, dengan bersedekah, baik untuk kaum fakir, miskin, anak yatim dan orang-orang yang membutuhkan. #

Bersama YMI
Menyekolahkan Anak Yatim Di Pelosok Desa
Ayo Jadi Orang Tua Asuh…. CP : 0838.0453.7995

0 Response to "Cara Melipatgandakan Uang yang Benar "

Post a Comment