Tips Membangun Keluarga Samara

Bila istrimu menangis di hadapanmu, tak peduli apapun sebabnya, peluklah dia, meskipun dia menolakmu, tetap peluklah ia dengan erat. Menangis di atas meja selamanya tidak akan pernah terasa lebih nyaman dan damai dibanding menangis dalam pelukanmu.

Bila istri mengatakan tentang kesalahanmu, jangan katakan ia cerewet, itu semua karena ia peduli padamu.

Bila istri sedang kesal dan mengabaikanmu, jangan ikut-ikutan tidak peduli, ini adalah tantangan bagimu, saatnya turunkan ego dan membuang gengsi.

Bila istri tidak mau mendengarkan dan berbalik badan lalu berjalan meninggalkanmu, kejarlah ia. Bila kau sungguh mencintainya, pastinya kau takkan tega meninggalkannya sendirian.

Bila istri berkata, “Kamu pergi saja, aku tidak mau memperdulikanmu.” Jangan percaya begitu saja, mungkin itu hanya di bibir saja, sedang hatinya tidaklah demikian. Sebenarnya itu adalah saat di mana dia paling membutuhkanmu.

Bila istri marah, suasana hatinya sedang tidak enak dan tidak mau makan, jangan bertanya mau makan apa, dia pasti berkata tidak mau semua. Belilah makanan kesukaannya, tunggu suasana hatinya membaik dan berikan padanya. Jangan menggunakan ancaman bahwa kamu juga tidak mau makan.

Hargai istrimu, tidak perlu berpikir terlalu rumit, apa yang wanita mau selalu sederhana selamanya. Yakinlah akan hal ini.

Keluarga Sakinah bukanlah keluarga yang tanpa masalah, tapi keluarga sakinah adalah keluarha yang dapat mengelola dan mengatasi masalah-masalahnya.

Terkadang, berkompromi bukanlah berarti mengaku kalah, itu adalah suatu sikap memahami. Ingat istilah mengalah untuk menang. Memaafkan bukan berarti lemah, melainkan sebuah kepedulian dan menghargai.

Semoga Allah SWT karuniai kita Keluarga Sakinah, Mawaddah Warahmah.

0 Response to "Tips Membangun Keluarga Samara"

Post a Comment