Terus Berbagi Di Tengah Kesulitan



Suatu saat Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq di siang hari di musim panas. Selepas shalat zuhur, ada di jalan, muncul Umar bin Khattab. Sayyidina Umar r.a berkata, “Kok siang-siang kemari ada apa? Ngantuk, lapar dari kemarin belum makan.”

Lalu Abu Bakar r.a bertanya kepada Umar r.a, “Dan Engkau?”

“Lapar juga,” jawab Sayyidina Umar.

Tak lama berseleng muncul Baginda Rasulullah SAW dari kejauhan, “Kenapa kalian berdua ada di sini?”

“Lapar,” ujar Sayyidina Abu Bakar dan Sayyidina Umar.

Rasulullah berkata, “Saya juga begitu, dari pagi belum makan.”

Rasulullah SAW, Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Umar Bin Khattab bukanlah dari keluarga miskin. Namun apa yang mereka miliki diberikan semuanya untuk umat. Itsar (mendahulukan kepentingan umat) telah menjadi bagian dari keseharian mereka. Beliau SAW mengatakan, “Saqyil Qawmi Akhirum” (Yang memberikan minuman manusia terakhir) baru setelah itu dia mau minum.

Rasulullah SAW kemudian mengajak Abu Bakar r.a dan Umar r.a ke rumah Abu Ayyub Al-Ansori, dimana Rasulullah SAW pernah tinggal di rumah Abu Ayyub. Ketika beliau SAW tinggal selama 7 bulan, rumah Abu Ayyub sudah disiapkan. Rumahnya dua tingkat, Rasulullah SAW disiapkan untuk tinggal di lantai atas, karena Abu Ayyub merasa tak mungkin tinggal diatas sedangkan Rasulullah SAW dibawah. Itu mustahil.

Setibanya Rasulullah SAW, Sayyidina Abu Bakar dan Sayyidina Umar dirumah Abu Ayyub, yang membukakan pintu adalah istrinya, “Ahlan Biik Ya Rasulullah SAW, Selamat datang untuk baginda Rasul dan sahabat-sahabat Rasulullah SAW.”

Rumah Abu Ayyub itu ada kebun kurma. Lalu Rasulullah SAW dibawakan Ruthob. Istri Ayyub lalu membuat roti. Setelah selesai rotinya, daging pun datang. Sebelum makan, Rasulullah SAW mengambil roti dan daging, lalu beliau berkata kepada Abu Ayyub, “Antarkan untuk anakku Fatimah yang sudah berminggu-minggu dia tidak makan seperti ini.”

Ditengah lapar, Rasulullah SAW masih ingat dengan putrinya Fatimah. Rasul justru tidak makan, tapi minta diantarkan makanan tersebut kepada Fatimah, karena sudah lama dia tidak merasakan ini. Dan Rasulullah SAW tidak melakukan hal seperti itu kecuali dibalas. Beberapa hari kemudian pun Rasul membalas kebaikan Abu Ayyub dengan lebih dari pada itu.

Diatas kaidah-kaidah yang diajarkan Rasulullah SAW itu, Yayasan Munashoroh Indonesia (YMI) Cabang Lampung Selatan terus menggelar aktifitas santunan untuk anak-anak yatim binaan YMI. Hari Ahad kemarin (10/1/2016) YMI Lampung Selatan membagikan uang santunan bulanan untuk anak asuh sekaligus cek dan setoran hafalan qur’an anak-anak. “Menjalankan amanah dari para donatur dan orang tua asuh yang telah memberikan kepercayaan kepada kami untuk menyalurkan infaq dan shodaqoh mereka untuk anak-anak yatim  di desa binaan YMI,” ujar Iwan Ansori, Ketua YMI Lampung Selatan.

Acara ini juga diisi dengan motivasi oleh Ust.Zainal Abidin dan Bunda Yani, agar anak-anak makin kokoh semangatnya untuk terus berjuang keluar dari kemiskinan dan menjadi anak-anak yang mandiri. “Meski kami juga bukan orang-orang yang kaya raya, tapi Insya Allah dengan rezeki yang ada, bisa berbagi sedikit demi sedikit,” pungkasnya.

Bersama YMI
Menyekolahkan Anak Yatim Hingga Pelosok Desa

0 Response to "Terus Berbagi Di Tengah Kesulitan"

Post a Comment