Wakim, Petugas Kebersihan Yang Tak Pernah Lupa Berinfak

Dilihat dari penampilannya sehari-hari, tak ada yang istimewa bagi Wakim, seorang Kakek berusia  63 tahun ini. Sehari-hari ia bekerja di Masjid Raya At-Taqwa Cirebon sebagai petugas kebersihan. Pak Wakim, demikian ia biasa disapa, jamaah mengenalnya sebagai petugas yang tekun bekerja, ramah dan rajin bershadaqoh. Seakan tak mau kalah dengan orang-orang yang Allah SWT mudahkan dan limpahkan rezekinya, Wakim hingga saat ini tercatat sebagai salah satu orang tua asuh Yayasan Munashoroh Indonesia (YMI), yang setiap bulan berinfaq untuk anak-anak yatim binaan YMI. Bahkan dalam catatan keuangan YMI, Wakim termasuk yang sangat konsisten dalam infaq bulanannya karena hampir tidak pernah bolong atau absen dalam berinfaq apalagi terlambat bersedekah tiap bulan.



Dalam rangka tahadus bini’mah (menceritakan kebahagiaan atas apa yang diraih agar jadi pelajaran), Wakim tak keberatan kisahnya dimuat dalam media website YMI ini agar bisa diambil hikmahnya untuk masyarakat khususnya kaum muslimin. Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu (Muhammad) syiarkan. (Ad-Dhuhaa: 11). 

Wakim meyakini dengan mensyiarkan kisahnya ini, tidak akan mengurangi keikhlasannya dalam berderma dan berinfaq. Sebagaimana Ibnu Katsir mengemukakan dalam kitab tafsirnya, berdasarkan korelasi ayat per ayat dalam surah Ad-Dhuha, “Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu. Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberimu petunjuk. Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan. Oleh karena itu, syiarkanlah segala jenis kenikmatan tersebut dengan memujinya, mensyukurinya, menyebutnya, dan menceritakannya sebagai bentuk i’tiraf (pengakuan) atas seluruh nikmat tersebut.”
 
Sedekah yang kemudian di syiarkan ini juga tak menyalahi aturan dan kaidah Al-Qur’an. Bahkan Allah SWT dalam Al-Qur’an berfirman bahwa menampakkan sedekah adalah baik. Mari kita lihat ayat ini, “Jika kamu menampakkan sedekahmu, maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Baqarah : 271).

Atau dalam Firman Allah SWT dalam surat yang sama, “Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (QS. Al-Baqarah : 274)

“Hendaklah mereka mendirikan shalat, menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi ataupun terang-terangan sebelum datang hari (kiamat) yang pada hari itu tidak ada jual beli dan persahabatan.” (QS. Ibrahim : 31)

Kini, kakek yang sudah memiliki 2 anak dan 3 cucu ini tetap konsisten bekerja sebagai petugas kebersihan di Masjid. Dalam doa disetiap shalatnya, ia senantiasa berharap suatu saat ini bisa pergi umroh ke Baitullah Makkah Al-Mukaramah. Semoga tercapai Kakek Wakim, Barokallahu Fiikum.

0 Response to "Wakim, Petugas Kebersihan Yang Tak Pernah Lupa Berinfak"

Post a Comment