Basri, Anak Desa yang Hafal Qur’an



Basri
Lampung Timur (7/7). Sepekan yang lalu, Ahad 28 Juni 2015, Pengurus Yayasan Munashoroh Indonesia (YMI) berkesempatan berbuka puasa dengan anak-anak asuh Munashoroh di Desa Negeri Agung, Kecamatan Gunung Pelindung, Lampung Timur. Seperti biasa untuk masuk ke desa ini perlu melewati beberapa pos yang dijaga sekelompok anak muda. Dengan lampu penerangan yang minim bahkan hampir tidak ada lampu jalan, serta jalanan yang sangat sempit untuk dilalui mobil, akhirnya pengurus YMI Pusat tiba di tempat belajar Al-Qur’an anak-anak yatim dhuafa desa Negeri Agung.

Ada 25 anak yatim yang dibina YMI disana. Diantaranya bernama Basri, yang sudah hampir 5 tahun dibina dan disekolahkan disana. Basri sekarang sudah kelas 3 SMU dan memiliki nilai yang sangat baik di sekolahnya. Selain menjadi Muadzin di Mushala desa tersebut, Basri juga adalah seorang penghafal qur’an yang cepat dan pandai menjadi pembawa acara atau MC (Master of Ceremony). 

Guru ngaji Basri yang juga pengurus YMI Lampung Timur, bernama Karyatin, menuturkan bagaimana kondisi rumah Basri di Lampung yang sangat memprihatinkan. “Waktu saya ke sana (rumah Basri) hampir-hampir saya merasa tidak mungkin balik lagi, karena jalan menuju rumah Basri adalah jalan setapak yang kanan-kirinya adalah tebing dan hutan belantara, saat itu adalah musim hujan sehingga jalan tanah yang saya pijak sangat lepek/becek, bila terpeleset bisa masuk ke jurang,” ujar Karyatin.

Suasana Tempat Mengaji Anak Asuh YMI Lampung Timur
Begitu sulitnya jalan menuju rumah Basri, sampai-sampai Karyatin tidak mau lagi datang kesana, “Karena seperti bertarung nyawa, sesekali terdengar suara-suara seperti binatang buas yang saya tidak tahu suara apa,” ujar Karyatin sambil matanya berkaca-kaca. Begitu sulitnya semak belukar menuju rumah Basri, beberapa pengurus YMI sampai menyebut Basri sebagai anak hutan, yang ditemukan dan mengaji bersama YMI.

Kini, Basri telah tumbuh remaja dan naik ke kelas 3 SMU di Desa Negeri Agung, Lampung Timur. Lebih jauh lagi, Basri sudah 2 kali mengikuti kompetisi Nasional Anak Asuh YMI di Jakarta. Pada periode pertama keikutsertaannya (tahun 2013) dia memang belum mendapat Juara apa-apa, namun pada keikutsertaannya yang kedua (tahun 2015), Basri menyabet gelar Juara Hafalan Qur’an Juz 30 dan Juara Adzan. Atas keberhasilannya itu, saat Ketua Umum YMI Adhi Azfar berbuka puasa bersama anak-anak asuh di Lampung Timur, Abi (panggilan untuk Ketua Umum YMI) memberikan tantangan untuk Basri tahun depan. “Kalau Basri bisa menghafal Qur’an 1 Juz hingga tahun depan, Basri akan dapat uang kuliah untuk melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi,” kata Abi. Tantangan ini langsung disambut Basri, “Siap Bi… Insya Allah,” ujar Basri. Selamat Basri, semoga kelak menjadi penghafal Qur’an yang cerdas dan membawa kejayaan umat dan bangsa.#

0 Response to "Basri, Anak Desa yang Hafal Qur’an"

Post a Comment