Membangun Islam Di Ujung Desa

Di pelosok desa yang cukup terpencil, Yayasan Munashoroh Indonesia (YMI) Cabang Pandeglang membangun sebuah ruang kecil untuk tempat mengaji anak-anak yatim dhuafa. Kampung Cibagolo, Kampung Pasir Peundey, dan Desa Kadupandak, di 3 lokasi ini telah berdiri tempat belajar anak-anak desa yang telah kehilangan Ayah dan Ibunya. Ketiga desa itu terletak di Kecamatan Picung, Pandeglang, Banten.

Ruang Belajar anak-anak sebelum direnovasi
Dulu, sekitar 3 tahun lalu, tempat belajar anak-anak hanyalah sebuah ruangan kayu berukuran 3x3 meter. Ketika hujan turun, bahaya longsor mengintai, karena samping kiri penyangga bangunan kayu tersebut sudah agak reyot. Alhamdulillah berkat bantuan dari para dermawan, kini anak-anak yatim dan dhuafa di 3 kampung tersebut dapat menempati ruang belajar yang lebih manusiawi dan nyaman.
Ruang Belajar anak-anak setelah direnovasi
Tempat yang nyaman ini juga telah memompa semangat belajar Al-qur’an anak-anak desa. Hingga saat ini, sudah 6 anak asuh YMI Pandeglang yang hafal Juz Amma. Neng Asri (SMP), Eggi (SMP), Siti Patimah (SMP), Asinar (SD), Gunawan (SMP) dan Neng Asih (SMP) adalah anak-anak yang sudah lulus uji hafalan qur’an YMI beberapa waktu lalu. Kini, mereka sedang ditempa untuk menjadi penerus dakwah Islam di pelosok-pelosok desa tertinggal. Meski jauh dari pusat peradaban kota yang megah dan modern, kecerdasan dan kemampuan mereka telah memberi bukti, setidaknya pada YMI, bahwa mereka mau dan mampu bersaing menjadi yang terbaik. Amin.

0 Response to "Membangun Islam Di Ujung Desa"

Post a Comment