Pelajaran dari Lebah


Memakan yang Baik, Menghasilkan yang Bermanfaat, dan Tidak Merusak

Lebah digunakan namanya dalam Surat an-Nahl yang merupakan surat ke 16 dalam Al-Qur’an dan berjumlah 128 ayat. Lebah termasuk salah satu binatang istimewa dalam al-Qur’an. Hewan ini dikatakan sebagai hewan yang serba guna. Lebah siap memberikan banyak kegunaan bagi manusia mulai dari awal hidupnya hingga titik darah penghabisan.

Keistimewaan utama dari lebah adalah ia dapat menghasilkan madu. Madu berkhasiat untuk melancarkan proses pencernaan makanan di dalam tubuh manusia karena kandungannya yang kaya. Mulai dari antibiotik alami, antioksidan, vitamin B1, B2, dan masih banyak lagi. Bahkan Rasulullah menggunakan madu sebagai metoda penyembuhan penyakit selain habbatusauda dan bekam.

Bukan hanya madunya, sengatan lebah juga banyak dipakai untuk therapy penyembuhan berbagai macam penyakit. Venom (racun lebah) terbukti bermanfaat untuk melancarkan aliran darah jika disengatkan pada bagian yang tepat pada tubuh manusia.

Lebah sangat disiplin dalam pembagian kerja. Ada lebah yang berfungsi sebagai lebah pekerja, lebah pejantan, dan lebah ratu. Ia tak pernah ingkar dari pekerjaannya. Budaya lebah dapat menjadi cermin bagi seorang muslim karena lebah tidak merusak dan tidak merugikan orang lain, bahkan sangat menguntungkan.

Budaya lebah diibaratkan oleh Nabi SAW sebagai tidak makan kecuali yang baik, tidak menghasilkan kecuali bermanfaat, dan tidak merusak sesuatu. Subhanallah. Dapatkah kita meniru sifat-sifat dari lebah?

0 Response to "Pelajaran dari Lebah"

Post a Comment