Harga BBM Naik = Jumlah Orang Miskin Naik

Kisruh terhadap rencana pemerintah menaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak) semakin runcing. Argumentasi berbagai pihak yang menolak rencana ini sangat ilmiah dan rasional, demikian juga dengan mereka yang mendukung kenaikan harga BBM, ada alasan yang juga bisa diterima akal. Namun dari berbagai pendapat itu, minimal kita perlu mengetahui secara umum apa saja yang tengah diperdebatkan saat ini, sebagai proses pembelajaran untuk menambah wawasan.
Dampak negatif yang ditimbulkan akibat rencana ini akan banyak dirasakan oleh kaum fakir dan miskin. Itulah sebabnya, redaksi Buletin Munashoroh menilai point pembahasan terkait rencana kenaikan harga BBM ini menjadi penting karena Yayasan Munashoroh Indonesia memiliki visi pembelaan terhadap nasib kaum fakir miskin. Mari kita lihat beberapa argumentasi tersebut.

3 Alasan Mendukung Kenaikan Harga BBM

1.  Untuk menyelamatkan keuangan Negara yang bahaya akibat subsidi BBM terlalu besar, sehingga pengeluaran Negara habis untuk subsidi saja, sedangkan untuk membangun infrastruktur (membangun jalan, jembatan, dsb).
2.  Agar subsidi BBM lebih tepat sasaran, karena selama ini subsidi BBM dinilai lebih banyak dinikmati orang kaya.
3.  Untuk mengurangi konsumsi BBM dan menahan laju pertumbuhan kendaraan pribadi.

10 Alasan Menolak Kenaikan Harga BBM

1.   Kenaikan harga BBM akan meningkatkan jumlah rakyat miskin. Peneliti LIPI memperkirakan rakyat miskin akan bertambah 25 juta jiwa akibat kebijakan ini.

2.   Kenaikan harga BBM juga membuat kenaikan UMP (Upah Minimum Propinsi) awal tahun ini, menjadi tidak berarti, karena dampak kenaikan harga BBM ini akan meningkatkan harga barang khususnya sembako.

3.   Kenaikan harga BBM Bersubsidi akan meningkatkan beban hidup sehari-hari, apalagi ini dilakukan ketika akan memasuki bulan Ramadhan, tahun ajaran baru sekolah dan Idul Fitri. 

4.   Saat ini tidak ada fluktuasi harga minyak dunia yang mengharuskan pemerintah menaikan harga BBM. Harga Minyak / Indonesian Crude Price (ICP) dalam beberapa hari belakang justru menurun hingga dibawah 100US$/Barrel. Dalam rencana pemerintah menaikan harga BBM ditahun 2008 dan 2012 lalu, harga ICP melonjak menjadi 124,6 US$/Barrel (Mei 2008), dan 128,1 US$/Barrel (Maret 2012).

5.   Subsidi BBM membengkak akibat kegagalan pengendalian konsumsi BBM selama bertahun-tahun. Realisasi konsumsi BBM melonjak drastis selama 3 tahun terakhir (2010-2012) hingga 45 juta kiloliter, bahkan ditahun 2013 ini diprediksi akan terlewati hingga 50 juta kiloliter. 

6.   Penggunaan BBM melonjak akibat kegagalan pengembangan energi alternatif baik untuk sektor transportasi, pembangkit listrik dan pabrik. Infrastuktur BBG tidak dibangun secara bertahap, bahkan sejumlah SPBG (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas) ditutup karena kesulitan pasokan gas, sementara hasil gas bumi Indonesia di ekspor ke luar negeri.

7.   Penggunaan BBM melonjak akibat pemerintah gagal menangani penyelundupan BBM ke luar negeri. Ada mobil yang di desain dengan memiliki drum penampung BBM di dalam kabin mobil, sehingga dengan seenaknya mengisi BBM di pom bensin berulang-ulang, lalu ditampung dalam kolam penampungan, lalu dijual ke Industri atau ke luar negeri.

8.   Penggunaan BBM melonjak akibat pemerintah lamban membangun transportasi massal, seperti jaringan kereta api baru, monorel dan mass rapid transport (MRT).

9.   Subsidi BBM melonjak akibat Kelalaian Pemerintah dalam impor BBM yang telah dilakukan pemerintah selama bertahun-tahun.

10.  Impor BBM melonjak akibat Pemerintah tidak serius membangun kilang-kilang minyak dalam negeri. 

Kesimpulannya, pemerintah yang gagal mengelola BBM, tapi rakyat kecil yang harus menanggung beban.#

0 Response to "Harga BBM Naik = Jumlah Orang Miskin Naik"

Post a Comment