Rakernas Munashoroh Indonesia 2013

MESKI TAK "BERGAJI", PENGURUS MUNASHOROH TETAP PROFESIONAL

Untuk mempersiapkan berbagai kegiatan pada tahun 2013 ini, Yayasan Munashoroh Indonesia (YMI) menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas), pada tanggal 29-30 Maret 2013  di Pandeglang, Banten. Acara rakernas tersebut juga ditujukan sebagai sarana evaluasi kegiatan Yayasan yang telah dilakukan sepanjang tahun 2012 lalu.

Rakernas Munashoroh tahun ini dihadiri oleh pengurus cabang Yayasan dari berbagai daerah. Jakarta, Bekasi, Sukabumi, Pandeglang, Tangerang, Kuningan, Indramayu, Majalengka, Brebes, Tegal, Cirebon (Kota), Cirebon (Kabupaten), dan Purwakarta. Kehadiran cabang-cabang yang baru dibentuk (Brebes, Tegal dan Majalengka) pada acara tersebut semakin menambah semangat peserta yang hadir.

Acara dipandu oleh Ketua Cabang Pandeglang, Imat Hismatullah yang juga sebagai tuan rumah acara tersebut. Peserta terlihat sangat antusias mengikuti acara tersebut. Hal itu terlihat dari kehadiran mereka yang tetap bertahan sampai akhir acara walau acara tersebut berakhir hingga pukul 03.00 dini hari. 
 
Direktur Yayasan Munashoroh Indonesia, Adhi Azfar dalam sambutannya menyampaikan sejumlah hal, diantaranya bahwa salah satu kunci mengapa Yayasan Munashoroh Indonesia semakin sukses saat ini, karena seluruh pengurus telah merasakan kebahagiaan menjadi pengurus YMI, “Meski tidak mendapat honor, tidak ada gaji bulanan (hanya penggantian uang transport dan pulsa), namun semangat dan keikhlasan kita membuat YMI tertata dan terkelola dengan baik, sama baiknya dengan pekerjaan seorang karyawan profesional yang di gaji puluhan juta rupiah,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, pengurus YMI tidak menjadikan Yayasan sebagai tempat mencari nafkah. Beginilah prinsip yang disepakati YMI. Pagi hingga sore hari bekerja ditempat masing-masing, ada yang sebagai Guru, Buruh Pabrik, Perangkat Desa, Satpam, Tukang Ojek dan lain sebagainya. Sore hingga malam hari dan disaat hari libur pengurus YMI bekerja memberdayakan anak-anak di pelosok desa tersebut. Jadi, nafkah untuk kehidupan sehari-hari diperoleh dari pekerjaan rutinnya, dan YMI hanya menjadi ladang untuk beramal sholeh. Meski demikian, pekerjaan di YMI tetap dilakoni secara profesional.
  
Apa salah satu buktinya... Adhi melanjutkan, "Anak-anak yatim asuhan YMI terbina dengan baik, Rapat kita selalu lengkap dan diisi gagasan dan ide yang luar biasa, tidak ada debat kusir berkepanjangan dalam setiap syuro yang kita selenggarakan, Laporan hasil belajar anak-anak asuh sampai ke orang tua asuh,  dan sekolah-sekolah Qur'an yang kita bangun meski gratis dan sebagian masih "numpang" namun tetap berdiri kokoh di berbagai pelosok desa tertinggal yang menjadi binaan Yayasan," pungkas Adhi yang disambut pekikan takbir para peserta. #

 
 Munashoroh Indonesia
"Sentuhan Kecil Untuk Perubahan Besar"

0 Response to "Rakernas Munashoroh Indonesia 2013"

Post a Comment