Hikmah

Berbagi Kebahagiaan Seperti Kupu-kupu

Seorang tukang becak memandang renyuh dengan ludah tertahan. Ditatapnya sebuah mobil mewah berkilau yang berhenti dihadapannya. Didalamnya duduk seorang pria berdasi dengan telepon genggam modern. “Begitu bahagianya ia,” gumam si tukang becak. Selang beberapa menit, si tukang becak tertidur. Lalu berganti si pria berdasi tersebut memandang takjub Bapak tukang becak yang tertidur itu. “Begitu nyamannya ia menekuk tubuhnya dibangku becaknya yang keras,” guman si pria berdasi. Dengkurannya menggoda si pria berdasi yang beberapa hari ini sulit tidur karena memikirkan hutang bisnisnya.

Kebahagiaan. Ini sebenarnya ada disekeliling kita, ada dalam diri kita. Hanya karena cara pandang kita yang salah, maka kita gagal menangkap kebahagiaan itu. Kemudian menganggap orang lain lebih bahagia, padahal anggapan itu hanya melemahkan tenaga kita untuk menggapai kebahagiaan.

Andai saja si pria berdasi mencoba turun dan menghampiri Bapak tukang becak, dan memperkenalkan diri lalu mengajaknya masuk ke mobil mewahnya untuk menikmati empuknya tidur di kursi dengan buaian AC. Lalu si pria berdasi mengeluhkan kesulitan tidurnya dan berbagi ceritanya dengan tukang becak tersebut. Dan tukang becak pun berbagi kiat-kiat “tidur enak tanpa beban” tanpa aroma hutang melilit dan tanpa aturan normatif. Mungkin keduanya akan tertawa lalu kemudian menangkap kebahagiaannya masing-masing.

Seperti Kupu-kupu yang tidak pernah lengah oleh pesonanya. Kupu-kupu tidak terbuai dalam kebahagiaannya sendiri. Seketika ia terbang untuk berbagi kebahagiaan dengan hinggap di pucuk-pucuk bunga yang tengah menantinya. Kupu-kupu membantu bunga-bunga itu nengantar serbuk sari pada putik bunga lain. Bunga-bunga pun tersenyum bahagia, mengeluarkan aroma harum mewangi. Sang kupu-kupu terus terbang dan melakukan kerja cintanya tanpa pernah lelah. Membagi kebahagiaannya, membantu melepaskan kesulitan yang lain. Sampai ia terhempas di dinding kaca lalu jatuh tak berdaya.

Abu Hurairah r.a meriwayatkan, dari Rasulullah SAW, beliau bersabda, “Barangsiapa melepaskan salah satu kesusahan seorang mukmin di dunia, maka Allah SWT akan melepaskan salah satu kesusahannya di hari kiamat.” (HR. Muslim)

0 Response to "Hikmah"

Post a Comment