Makan hingga Suapan Terakhir

Ini hasil sebuah penelitian, “Seandainya 1 orang Indonesia membuang 1 butir nasi setiap kali makan, maka dalam sehari di Indonesia akan terbuang paling sedikit 14 TON NASI!”
Hitungannya sederhana. 1 Butir Nasi itu beratnya 0,045 gram, dikali dengan 100 Juta (ini setengah jumlah penduduk Indonesia / asumsi penduduk Indonesia yang makan nasi). Lalu dikali 3. (bila makannya 3 kali sehari), maka hasilnya adalah 14.000.000 gram atau 14 Ton.
Itu baru satu butir nasi yang terbuang. Coba kita renungkan diri kita, berapa butir nasi yang terbuang setiap kali kita makan : Satu butir, 20 butir, satu sendok, atau malah setengah piring..
Lebih jauh lagi, coba kita tengok pesta-pesta pernikahan, berapa banyak makanan yang mubazir, dibuang-buang, tersisa dengan percuma. Atau kantin-kantin, gazebo, rumah makan, atau ditempat-tempat sampah dirumah anda? Berapa banyak makanan yang anda buang setiap hari... kali kan dengan (setengah saja) dari jumlah penduduk Indonesia...
Itulah mengapa Rasulullah SAW memerintahkan untuk menjilat jari-jari setelah makan, agar tak ada makanan yang tersisa dan mubazir. Ingat! Mubazir itu temannya Syeitan.
Makan hingga suapan terakhir. Memang terkesan sangat sederhana apa yang dilakukan. Bahkan orang memandangnya dengan remeh. Tak bernilai. Namun jangan salah, hal kecil seperti ini dapat menjadi penentu Barokah atau tidaknya kehidupan seseorang. Seperti yang diucapkan oleh Jabir bin Abdullah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya kalian tidak mengetahui di makanan kalian yang mana keberkahan itu berada.” (HR. Muslim). Bisa jadi pada suapan terakhir itulah Allah SWT turunkan Barokah-Nya. (Inspirasi : Buku Menjadi Orang Kaya yang Berkah).

0 Response to "Makan hingga Suapan Terakhir"

Post a Comment